Mengulas Latar Belakang Terjadinya Perang Yarmuk

Mengulas Latar Belakang Terjadinya Perang Yarmuk

Posted on

Pembahasan mengenai pelajaran sejarah memang tiada habisnya. Apalagi jika kita menyaksikan sebuah berita terbaru dan terkini yang telah disajikan oleh inews. Mereka memang sengaja hadir memberikan berita paling aktual dan terbaru.

Berbagai macam pembahasan pun dihadirkan apalagi jika terkait dengan resep makanan. Kembali lagi pada topik pembahasan kita kali ini dimana kali ini kita akan menyinggung mengenai perang yarmuk. Akankah anda sudah mengerti akan kejadian perang tersebut? Jika memang belum tentu saja anda bisa melihat sedikit ulasannya nanti.

Sebetulnya perang yarmuk ini adalah sebuah pertempuran yang terjadi antara pasukan Arab Khilafah Rashidun. Pertempuran yang terjadi ini memang berada di bawah pimpinan Khalid ibn al-Walid dan juga Abu Ubaydah ibn al-Jarrah ketikan melawan semua pasukan yang berasal dari kekaisaran Bizantium. Siapa sangka pertempuran tersebut terjadi kurang lebih enam hari lamanya tepatnya bulan Agustus 636 yang terjadi dekat dengan sungai Yarmuk. 

Perang yarmuk pun memang dimulai pada pertengahan bulan Agustus 636 M. Dimana ada dua tentara yang telah terpisah setidaknya kurang dari satu mil. Kala itu Bizantium mulai melakukan sebuah serangan pada pasukan muslim dengan mengirimkan sekitar 4 pasukan. Hanya saja pada saat serangan yang awal memang tidak kuat.

Sedangkan pada hari yang kedua, pihak dari Bizantium pun mencoba melakukan serangan ketika fajar tiba. Mahan pun berusaha menghadirkan dua pasukan yang nantinya bakalan menyerang pada bagian tengah garis muslim. Namun sayangnya serangan tersebut hanya bertujuan untuk mengecoh saja. Bizantium kala ini menghadirkan sebuah kemajuan besar dengan melakukan serangan yang berasal dari sayap bahkan bisa dikatakan nyaris sekali bisa menang. Hanya saja kavaleri telah menutupi sayap kanan dan juga sayap kiri pasukan muslim.

Pada hari ketiga perang yarmuk, Bizantium ini pun kembali meluncurkan sebuah serangan. Dimana mereka berusaha menerobos sayap kanan muslim dengan bergabung bagian tengahnya. Dari sini kembali terjadi pasukan kavaleri cadangan muslim mampu memberikan dorongan kepada Bizantium agar mampu kembali pada posisi yang semula. Selanjutnya pada hari yang keempat akhirnya Bizantium pun kembali lagi mendekati sebuah kemenangan. Karena sudah percaya jika sebelumnya serangan yang dilakukan bisa melemahkan sayap kanan dari kaum muslim. Akhirnya Mahan pun berusaha untuk melanjutkan serangannya pada bagian tersebut.

Sekarang ini orang Armenia yang berasal dari tentara Byzantine pun memang mampu menembus garis kanan muslim bahkan bisa melaju pada perkemahan mereka. Hanya saja sekali lagi kavaleri cadangan dari Khalid ini mencegah bencana pada hari itu. Khalid berusaha membagi kabaleri pada dua bagian utama dengan tujuan memberikan penyerangan pada orang Armenia disetiap sisinya. Menghadapi pasukan muslim pada tiga sisi ini menjadikan orang Armenia semakin dipaksa supaya mundur dan garis pasukan muslim berusaha untuk dipulihkan.

Pada saat hari yang kelima, Mahan pun mengirimkan utusannya kepada kaum muslim dan  berusaha meminta genjatan senjata selama beberapa hari. Abu Ubaydah pun akhirnya sudah bersedia menerima usulan yang diberikan tadi. Hanya saja Khalid masih saja memberikan penolakan akan hal tersebut. Sehingga perang yarmuk pun masih saja berlanjut meskipun tiada peperangan yang terbilang besar. Sedangkan pada hari yang keenam, sebuah asumsi mengenai semangat dari pasukan Bizantium pun semakin melemah. Hingga akhirnya Khalid berusaha memberikan perintah untuk melakukan sebuah serangan. Ia pun juga berencana akan mempergunakan pasukan kavaleri supaya mampu mengalahkan semua pasukan dari Bizantium. Bahkan Khalid juga berencana untuk melakukan penyerangan simultan yang terbilang besar-besaran pada bagian kiri Bizantium.

Khalid memang berusaha memberikan arahan kepada kavaleri supaya mampu memberikan serangan pada bagian belakang infanteri Armenia. Karena berada di bawah tekanan serangan tiga lapis dari kavaleri muslim ternyata mampu menjadikan orang Armenia hancur. Theodorus pun juga tewas bahkan pasukan dari kerajaan pun akhirnya berubah menjadi sekumpulan prajurit yang merasa panik bahkan putus asa. Ketika itu nasib Suriah memang berakhir dan provinsi terbaik pun akhirnya jatuh ke tangan Imperium Timur.

Perang yarmuk ini ternyata mengamankan Suriah sekaligus Palestina bagi kaum muslimin. Khalid pun akhirnya merebut kembali Emesa dan juga Damaskus. Kaisar Heraklius juga kembali menuju ke Konstantinopel hanya untuk mengkonsolidasika para pasukannya supaya mereka mampu memberikan perlawanan terhadap serangan muslim di Mesir.

Cobaan terbesar pun hadir ketika sebuah surat dari Madinah menyatakan jika Khalifah Abu Bakar sudah wafat. Dan akhirnya kini yang memerintah adalah Umar bukan lagi Abu Bakar. Peralihan bab administrasi pun akhirnya dilakukan. Abu Ubaydah pun kini sudah diangkat oleh Umar menjadi seorang gubernur jenderal di Suriah.

Itulah tadi sedikit ulasan mengenai perang yarmuk yang mungkin bisa anda pelajari. Memang taida salahnya apabila anda bisa mempelajari banyak hal terlebih jika terkait dengan bab peperangan termasuk perang yarmuk ini. Sebetulnya masih banyak sekali ulasan mengenai perang yang bisa anda ketahui. Semoga saja dengan sedikit penjelasan diatas membuat anda semakin mengerti mengapa perang yarmuk bisa terjadi dan apa yang terjadi setelah perang itu berakhir.